Jelang Puasa Jiwa puasa Cak Nun hakikat berpuasa
“Mengapa kami memakai tanda tanya?” tanya Mas Adi, “Karena memang banyak pertanyaan dalam judul tersebut. Seperti kita pahami bersama, puasa merupakan kewajiban dari umat Muslim (atau kalau dari ayatnya, adalah bagi orang-orang beriman) supaya bisa disebut sebagai orang-orang yang bertakwa. Kalau ditelaah lagi, puasa itu bagaimana? Banyak ustadz yang mengarahkan bahwa puasa merupakan upaya menahan nafsu-nafsu yang mengarah pada kemudharatan. Menurut saya puasa bukan menahan. Kalau menahan, puasa merupakan jeda saja, lalu setelah itu setelah pause -nya diangkat, menjadi play lagi. Artinya apa? Tak ada perubahan. Ini perlu tafsir yang lebih luas sebenarnya. Saya tidak 100% setuju bahwa puasa merupakan manahan diri. Harusnya puasa itu merupakan bagian dari Play. Dengan demikian kita benar-benar menjadi bertakwa. Kalau kita idiomnya memutar kaset, apa yang mesti kita lakukan agar puasa menjadi play? Menurut saya, ganti kasetnya. Itulah mengapa kita harus mengganti kaset supaya kita play terus. Kalau tafsir saya ya semoga selama puasa ini kaset kita berganti”.
Mas Ian menambahkan, “Peta berangkatnya sebenarnya ada diskusi panjang, mengapa puasa itu jatuh pada bulan Ramadhan? Ternyata Ramadhan merupakan bulan yang panas. Kalau kita teruskan play, akan ada banyak masalah. Oleh karena itu harus ada pause . Contohnya peristiwa Karballa dan Perang Badar yang sama-sama terjadi pada bulan Ramadhan. Kedua,
pause datang dari diskusi mengenai saat imsak. Kita tidak peduli terhadap ini. Imsak adalah pause, yang kita diberi kesempatan untuk mem-
pause selama sekitar 10 menit. Semua kegiatan ada pause -nya. Bukan cuma puasa saja yang merupakan pause . Dalam puasa, kita harus bisa menyerang dan sekaligus bertahan. Kita tidak peduli dengan sahur, padahal kalau mau benar-benar berpuasa, justru pada sahurnya. Begitu pula negeri ini, tak pernah melakukan persiapan yang cukup.”
Mas Rusdi kemudian menambahi uraian dari Mas Ian dan Mas Adi.
“Kalau sudah puasa ya diem semua. Tak ada yang perlu ngomong tentang hal ini. Hikmah-hikmah tentang puasa pasti sudah banyak sekali Anda dengarkan dari masjid-masjid dan dari manapun. Ketika kita melakukan gunjingan terhadap manusia (ghibah). Kok setiap hari kita ngomongin Allah mulu? Berarti kan kita ghibah sama Allah. Ini yang menjadi pertanyaan. Sekarang berkeliaran banyak sufi-sufi yang berjualan, setelah ulama dan ustadz tidak laku. Padahal peristiwa sufistik merupakan sublimasi dari puasa sendiri, sementara sekarang ini malah jadi barang dagangan saja. Dan ini sangat murahan. Kita setiap hari melakukan puasa hanya menahan dari lapar dan haus, tapi nilai-nilainya kita suka bablas. Ada yang namanya berbagi, memberi, cinta-kasih. Apakah haram memperjualbelikan? Bukan, tapi kan tidak etis. Tadi wartawan dari Detikcom menanyakan forum apakah KC ini? Ya saya jawab ini merupakan forum agama, karena politik dan budaya kan juga tidak lepas dari agama.”
Ketika jamaah dipersilahkan untuk merespon, Mas Ali dari Surabaya yang sudah tinggal di Jakarta selama 7 tahun menyampaikan bahwa ketika kita puasa, yang dia rasakan adalah lebih dari sekadar menahan makan dan minum. Ketika semakin dewasa, dia mulai memahami bahwa puasa merupakan kendali diri.
“Masa iya udah gede puasanya masih hanya digoda oleh makanan dan minuman? Mbok sama yang lain yang lebih besar daripada itu. Entah itu ghibah, stimulus seksual, atau yang lain. Ketika berpuasa kita merasakan penyatuan jiwa, lepas dari materi kita sendiri. Puasa yang dewasa adalah puasa yang memahami antimateri kita sendiri. Kita memahami jiwa kita sendiri.”
Mas Rusdi memungkasi prolog dengan mengatakan, “Ajaran Rasulullah yang sangat mendasar untuk berpuasa adalah: ‘Makanlah ketika lapar, berhentilah sebelum kenyang’. Kalau kita mengaku sebagai pengikut setia Beliau, terapkan ajaran itu dalam posisi apapun. Misalnya ketika berkuasa, ketika nonton tivi. Terapkan dalam kegiatan apapun sehari-hari. Itu yang perlu kita lakoni. Puasa anak kita dengan puasa kita harus ada pembeda yang berarti.”
Kelompok underground yang menamai dirinya sebagai Es Coret tampil membawakan sebuah lagu berjudul “Kita Bersaudara”, yang dibuat pada tahun 2006 ketika ada pergolakan di dalam komunitas. Lagu kedua menyanyikan puisi CN yang berjudul “Padhang Mbulan” yang diawali dan ditutup masing-masing dengan satu bait lagu “Stairway to Heaven”. Kemudian mereka kembali menyanyikan syair CN yang berjudul “Di Atas Reruntuhan”.
Sebelum masuk ke sesi diskusi bersama Syekh Nursamad, Pak Tjuk, Cak Dil, dan Pak Iswan, Cak Nun memberikan awalan, “Saya harap semua bisa menggiring seluruh aspirasi menuju satu muara. Saya mulai dari apa yang diungkapkan oleh Pak Nursamad. Karena ini puasa, pertama Anda harus melapaskan gagasan dari Ramadhan. Puasa tidak hanya menyangkut tidak makan dan tidak minum saja. Puasa berkaitan dengan seluruh mekanisme kehidupan,
Sejak diupload pada 25 05 2017 - 04:18:27 Video ini telah dikunjungi sebanyak 56497 kali, Sebagian Penonton ada 309 orang yang likes, dan Jumlah yang membenci Video ini adalah: 24. Video ini difavoritkan oleh 0 orang dan telah dikomentari sebanyak 17 kali, Video ini memiliki Panjang 59 Minute(s) 30 Second(s) , masuk dalam Kategori Autos & Vehicles7
Video yang berjudul Jiwa puasa Cak Nun hakikat berpuasa dipublikasikan oleh Channel Ceramah islam Makrifat Sufi Hoja dengan Channel ID UCp8xDKei1EOmFnpVYwdgUtA pada 25 05 2017 - 04:18:27
Video Terkait Video Jiwa puasa Cak Nun hakikat berpuasa
- CAK NUN & KIAI KANJENG - MAYDAY pasuruan 01 mei 2017[ kerja sama ]
![CAK NUN & KIAI KANJENG - MAYDAY pasuruan 01 mei 2017[ kerja sama ] CAK NUN & KIAI KANJENG - MAYDAY pasuruan 01 mei 2017[ kerja sama ]](https://i.ytimg.com/vi/YQEYZOuWp_I/hqdefault.jpg)
Memperingat hari buruh,dengan tema, kerja sama dengan unsur pngusaha,buruh dan pemerintah,diksempatan ini para jamaah dan buruh bersama sama juga ... - Cak Nun KiaiKanjeng - Angkasa Pura Surabaya - Part 1/3

"MAN JADDA WAJADA" Sinau Bareng Cak Nun dan KiaiKanjeng HUT Ke 53 Angkasa Pura I, Bandar Udara Internasional Juanda, Segoro Tambak, Sedati, ... - CAK NUN, SIAPA GURU NABI MUHAMMAD

Ceramah segar, menghibur dan dalam banget....
Sinau Bareng Cak Nun KiaiKanjeng 02 Juni 2017 • 20:00 WIB Polinema Malang Jl
Soekarno Hatta No.9, ... - Cak Nun ; 234 - 2017 ; Ngaji Kebangsaan ; pencerahan Isu SARA, Fadhilah & full humor segar di Prigen

Mohon maaf awalannya kurang sedikit, pada 23 April 2017 di Ponpes Singa putih Al Munfaridin Prigen Pasuruan Jawa timur mengusung tema
Bertakwalah ...
Komentar
Posting Komentar